Bersyukur

Hiduplah Dalam Sehari Saja

Sebagian dari kesalahan manusia adalah membebani hari yang dia jalani sekarang ini dalam kehidupannya dengan beban-beban hari esok yang sangatlah tidak jelas.
Seseorang ketika dia berangan-angan,
­ pikirannya melayang jauh di langit yang tinggi tanpa batas, kemudian gangguan-ganggu­an syetan-pun begitu cepatnya mencegah dan melawan angan-angan tersebut sehingga merubah keadaannya menjadi kesedihan yang berlipat-lipat,­ bahkan bisa menjadi rasa cemas yang mencekram diri.
Mengapa kita musti ragu-ragu, sehingga rasa khawatir terus mencemaskan kita? Hiduplah dalam batas-batas hari ini, karena itu lebih pantas bagi kita, dan lebih baik untuk diri kita.
"Deel karnejy" menceritakan beberapa eksperimen yang telah diekspresikan oleh beberapa orang-orang sukses, laki-laki yang tidak pernah bergantung pada hari esok yang mencemaskan, akan tetapi mereka hanya tenggelam dalam hari yang mereka jalani sekarang, mereka menghadapi apa yang ingin mereka cari, mereka menyelesaikan masalah-masalah­ mereka sendiri, sehingga membuat mereka merasa aman atas hari yang mereka jalani dan juga hari esok mereka, kemudian mereka-pun memberikan hadiah kepada kita sebuah kata bijak: "Kita tidak perlu mencari tahu tentang cita-cita kita dari kejauhan, yang tampak pada kita penuh dengan kebohongan, akan tetapi kita seharusnya melaksanakan pekerjaan yang jelas, yang ada di tangan kita sekarang". Ini adalah nasehat dari ahli sastra Inggris yang bernama "Tomas Karleel".
Hidup dalam batas sehari sesuai dengan wasiat di atas adalah serupa dengan sabda Rasulullah SAW yang berupa:

(( مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا­)) سنن الترمذي - (ج 8 / ص 344(
"Barang siapa diantara kamu yang menjelang paginya, sedangkan rumahnya dalam keadaan aman, badannya dalam keada'an sehat, serta memiliki makanan untuk hari ini, maka seakan-akan dia telah mendapatkan semua kesenangan dunia".
Sesungguhnya dunia seisinya adalah milik anda ketika ketiga unsur ini telah berada dalam genggaman anda, maka janganlah anda menyepelekannya­...!
Rasa aman, kesehatan jasmani, serta terpenuhinya kebutuhan pangan dalam satu hari saja adalah merupkan kekuatan yang menjadikan akal kita yang tajam dapat berfikir dengan tenang dan istiqamah, sehingga dapat menghasilkan pemikiran yang dapat merubah jalur sejarah semuanya, apalagi cuma merubah kehidupan satu orang saja?
Nikmat yang begitu banyak ini adalah sebuah jaminan yang sangat tinggi bagi pemiliknya agar menjalani waktu yang ada di depannya menjadi waktu yang produktif dan sempurna, berjalan lurus, dan juga terhindar dari gangguan dan halangan.
Sebenarnya tergesa-gesa memikirkan kesulitan yang akan menimpa sebelum kesulitan itu datang adalah sebuah kebodohan yang sangat besar, dan kebanyakan hal tersebut adalah hasil dari angan-angan yang diciptakan oleh rasa putus asa, meskipun seseorang itu tertimpa musibah sesuai dengan apa yang dia duga, merusak hari yang dia jalani sekarang ini dengan terlalu memikirkan urusan hari esok, adalah juga merupakan kesalahan yang harus dihindari.
Al-Khalil Ibrahim AS setiap datang fajar selalu mengucapkan do'a ini:

(( اللهم إن هذا خلق جديد فافتحه علي بطاعتك واختمه لي بمغفرتك ورضوانك وارزقني فيه حسنة تقبلها مني وزكها وضعفها لي وما عملت فيه من سيئة فاغفرها لي إنك غفور رحيم ودود كريم)). إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 322)
Rasulullah SAW kemudian bersabda:

((ومن دعا بهذا الدعاء إذا أصبح فقد أدى شكر يومه )). إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 322)
"Barang siapa berdo'a dengan do'a ini di pagi hari, maka dia telah melakukan kewajiban bersyukurnya dalam satu hari ini".Ihya' Ulumuddin
Sejarah Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita agar membagi kehidupan, dan menyambut setiap bagian dari kehidupan ini dengan jiwa yang bersemangat dan keinginan baru. Sehingga Rasulullah SAW pada pagi hari selalu mengucapkan:

(( أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا شَرِيكَ لَهُ لا إله إلا هو وإليه النشور )). سنن الترمذي - (ج 11 / ص 250)

Dan jika sore hari membaca seperti itu juga, dan kadang-kadang berdo'a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ­ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ)). سنن أبي داود - (ج 13 / ص 264)
Sebagian orang menghina dan meremehkan apa yang Allah SWT karuniakan kepadanya seperti keselamatan, ketenangan dalam dirinya dan keluarganya, bahkan kadang – kadang mereka menganggap sepele kenikmatan-keni­kmatan yang agung ini, serta membesar-besark­an apa yang tidak dia peroleh dari beberapa kemewahan dan harta dunia. Ini adalah salah satu bentuk dari mengingkari kenyata'an, dan membuat dunia dan akheratnya menjadi tidak berguna dan hilang sia-sia.

سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ أَلَسْنَا مِنْ فُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ­ فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ أَلَكَ امْرَأَةٌ تَأْوِي إِلَيْهَا قَالَ نَعَمْ قَالَ أَلَكَ مَسْكَنٌ تَسْكُنُهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَنْتَ مِنْ الْأَغْنِيَاءِ قَالَ فَإِنَّ لِي خَادِمًا قَالَ فَأَنْتَ مِنْ الْمُلُوكِ. صحيح مسلم - (ج 14 / ص 239)
Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah bin Amr bin Ash: "Bukankah aku adalah salah satu dari orang muhajirin yang fakir?". Kemudian Abdullah berkata: "Apakah kamu mempunyai wanita yang dapat engkau gauli?". Dia menjawab: "Benar". Abdullah bertanya lagi: "Apakah engkau mempunyai tempat tinggal yang engkau tempati?". Dia menjawab: "Iya punya". Abdullah bertanya lagi: "Maka engkau tergolong orang kaya... kemudian laki-laki itu berkata lagi: "Sesungguhnya aku juga mempunyai pembantu". Abdullah menjawab: "Maka engkau adalah tergolong para raja".HR Muslim
Sesungguhnya merasa cukup dengan apa yang kita miliki serta menghindari menyerahkan segala sesuatu kepada angan-angan belaka, adalah bulir-bulir keagungan jiwa, dan kuncinya kemenangan dari kondisi-kondisi­ sekitar yang buruk.
Orang-orang yang tidak pernah mengeluh atas apa yang tidak dia punya - karena mereka merasa telah diberi banyak nikmat- sangat jarang sekali memanfa'atkan apa yang telah diberikan kepadanya, karena mereka telah kehilangan kekuatan jiwa untuk menggunakan apa yang mereka miliki, serta mecari faidah dari keada'an disekitarnya.
Ini adalah hakekat yang diperkuat oleh nabi SAW dalam sabda beliau di setiap pagi hari:

(( ما طلعت شمس قط إلا بعث بجنبتيها ملكان يناديان يسمعان أهل الأرض إلا الثقلين يا أيها الناس هلموا إلى ربكم فإن ما قل وكفى خير مما كثر وألهى ولا آبت شمس قط إلا بعث بجنبتيها ملكان يناديان يسمعان أهل الأرض إلا الثقلين اللهم أعط منفقا خلفا وأعط ممسكا تلفا)). الترغيب والترهيب من الحديث الشريف - (ج 2 / ص 341(

"Tidaklah matahari terbit, kecuali telah diutus diantaranya dua malaikat yang terdengar oleh semua penghuni bumi kecuali manusia dan jin: "Wahai manusia! Pergilah kepada tuhan kalian, sesungguhnya sesuatu yang sedikit dan mencukupi lebih baik dari pada banyak dan mempermainkan, dan matahari tidaklah tenggelam kecuali telah diutus bersamanya dua malaikat memanggil didengar oleh penghuni bumi kecuali manusia dan jin mengucapkan: "Wahai Allah berikanlah balasan bagi orang yang menginfakkan hartanya, dan balaslah orang yang tidak menginfakkan hartanya dengan kekurangan".
Dengarkanlah perkata'an Abi Hazim: "Sesungguhnya beda antara aku dan para raja hanyalah satu hari!! Adapun hari kemaren, maka mereka sudah tidak merasakan kenikmatannya lagi, sedangkan hari esok, aku dan mereka masih diambang ketakutan, akan tetapi beda antara kita hanyalah sehari, yaitu hari ini. Maka apa yang akan terjadi di hari ini?".
Seorang fakir yang shaleh ini menantang para raja! Dia berkeyakinan bahwa kenikmatan hari kemaren telah sirna bersamaan dengan hari kemaren yang telah pergi, tidak seorang-pun yang dapat mencegah sedikitpun dari kenikmatan itu. Sedangkan hari esok, berada pada dalam alam ghaib, derajat para kaisar dan para raja dengan rakyat jelata sama saja dalam penantian hari esok. Maka tidak tersisa kecuali hanyalah hari ini, hari dimana orang yang mempunyai akal yang matang akan menjalani kehidupannya dalam batas-batas hari yang dia jalani sekarang ini. Dalam sehari itulah orang yang dapat menjaga dirinya serta melihat keinginannya dapat menjadi raja.

Akan tetapi, memikirkan hidup dalam batas sehari bukan berarti meremehkan masa depan yang akan datang, atau lupa mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan. Akan tetapi seorang dalam memikirkan masa depan yang akan dia jalani dan mempersiapkanny­a adalah juga sebuah sikap orang-orang yang mempunyai akal yang matang.

Sungguh sangatlah beda, antara orang yang mementingkan masa depan dengan orang yang membuat dirinya sedih karena terlalu memikirkannya, antara mempersiapkan masa depan dengan menghabiskan waktu untuk memikirkannya, antara sadar dalam memanfa'atkan hari ini dan berlebih-lebiha­n dalam memanfaatkannya­ sehingga dapat juga mengorbankan hari esok.
Sesungguhnya agama ini memberikan larangan-larang­an, karena itu adalah hal yang terlalu berlebihan, dan menganjurkan untuk saling berkasih sayang adalah karena orang-orang terlalu pelit dalam memberikan kasih sayang antara sesama, sesungguhnya seorang dapat menjadikan dirinya merasa aman di masa depannya, jika dia memanfa'atkan kesehatannya demi menghadapi sakitnya, memanfa'atkan masa mudanya untuk masa tuanya, memanfa'atkan keadaan aman untuk masa perangnya.
Tahukah anda bagaimana umur seseorang itu tercuri darinya? Jawabnya adalah ketika dia mengabaikan masa kini dengan menunggu-nunggu­ hari esok yang tidak jelas, dan begitu terus keadaannya hingga ajalnya tiba, sedangkan tangannya masih dalam keada'an kosong dari kebaikan.
"Steeven Leecook" mengatakan: "Begitu mengherankan kehidupan ini!! seorang anak kecil mengatakan: "Seandainya aku menjadi remaja", ketika sudah remaja mengatakan: "Seandainya aku menjadi anak muda", ketika sudah menjadi anak muda mengatakan: "Seandainya aku menikah", dan ketika telah menikah mengatakan: "Seandainya aku menjadi laki-laki yang tidak disibukkan oleh apapun", dan ketika masa tua datang kepadanya dia akan mengingat-ingat­ masa yang telah dia alami dalam umurnya, ternyata umur itu telah lenyap bagaikan angin dingin yang telah membawanya pergi jauh entah kemana....??? Sesungguhnya kita bisa saja belajar setelah lenyapnya waktu bahwa harga dari kehidupan kita ini adalah tergantung pada bagaimana kita menghidupkannya­, sehingga kitapun bisa mulai menghidupkannya­ setiap hari dan setiap sa'at".
Sedangkan orang-orang yang menyia-nyiakan umurnya adalah orang yang merugi, mereka membiarkan hari-hari mereka menghilang begitu saja dari genggaman mereka, Allah SWT telah berfirman:
وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ (55) [الرو55]
"Dan pada hari ketika terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam dalam kubur hanya sesa'at saja, begitulah dahulu mereka dipalingkan dari kebenaran".Qs.A­r-Rum:55.
Allah SWT juga telah berfirman:
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا (46) [النازعات/46]

"Pada hari ketika mereka melihat hari kiamat itu (karena suasanya hebat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar saja) tinggal (di dunia) pada waktu sore atau pagi".Qs.An-Naz­i'at:46.