Sifat Allah SWT

MENGKAJI SIFAT 20 : WAJIB, MUSTAHIL, DAN JAIZ ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺟﻤﺎﻻً؟ ﺝ : ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺟﻤﺎﻻً ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘّﺼﻒٌ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﻭ ﻣﻨﺰّﻩٌ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻨُﻘْﺼﺎﻥ S : Apa itu yang wajib pada haq Allah Ta’ala secara garis besar ? J : Yang wajib pada haq Allah Ta’ala secara garis besar yaitu bahwasannya kita menyakini sesungguhnya Allah SWT bersifat dengan seluruh sifat yang sempurna dan suci dari seluruh sifat kekurangan. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻔﺼﻴﻼً؟ ﺝ : ﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻔﺼﻴﻼ ﻋﺸﺮﻭﻥ ﺻﻔﺔ، ﻭ ﻫﻲ : ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ، ﻭ ﺍﻟﻘﺪﻡ، ﻭ ﺍﻟﺒﻘﺎﺀ، ﻭ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ، ﻭ ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻨﻔﺴﻪ، ﻭ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ، ﻭ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ، ﻭ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ، ﻭ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ، ﻭ ﺍﻟﺴﻤﻊ، ﻭ ﺍﻟﺒﺼﺮ، ﻭ ﺍﻟﻜﻼﻡ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭﺍ، ﻭ ﻣﺮﻳﺪﺍ، ﻭ ﻋﺎﻟﻤﺎ، ﻭ ﺣﻴّﺎ، ﻭ ﺳﻤﻴﻌﺎ، ﻭ ﺑﺼﻴﺮﺍ، ﻭ ﻣﺘﻜﻠّﻤﺎ S : Apa yang wajib pada haq Allah Ta’ala secara terperinci ? J : Yang wajib pada haq Allah Ta’ala secara terperinci ada 20 sifat yaitu : Ada, Terdahulu, Kekal, Berbeda dengan Makhluk, Berdiri sendiri, Esa, Berkuasa, Berkehendak, Mengetahui, Hidup, Mendengar, Melihat, Berfirman, Keadaan-Nya: Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Maha Hidup, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berfirman. ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻭﺍﺣﺪ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ، ﺇﻟﻪٌ ﻋﻈﻴﻢٌ ﻭ ﻣﻠﻚٌ ﻛﺒﻴﺮٌ، ﻻ ﺭﺏّ ﺳﻮﺍﻩ، ﻭ ﻻ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺇﻻّ ﺇﻳّﺎﻩ S : Apa makna Ada ? J : Makna Ada pada haq Allah SWT yaitu : bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu Ada, Esa tiada sekutu bagi-Nya, Tuhan yang Agung, Raja yang Maha Besar, tiada Tuhan selain Dia, tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻮﺟﻮﺩﺍ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﻌﺪﻭﻣﺎ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﻌﺪﻭﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊٌ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻭَ ﻣَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮْﻥَ { ﻭ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻳﻀًﺎ : } ﺃَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠﻪِ ﺷﻚٌّ } S : Apa buktinya atas sifat Ada bagi Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat wujud yaitu adanya seluruh makhluk ini, seandainya Allah Ta’ala tidak ada, pasti Dia bersifat tiada. Seandainya Allah tiada, pasti tidak terdapat sesuatu dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Dan Allah menciptakan kalian dan apa yang kalian kerjakan.” Allah Ta’ala juga berfirman : “Apakah ada keraguan pada Allah?” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﺪﻡ ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺪﻳﻢٌ ﺃﺯﻟﻲٌّ، ﺩﺍﺋﻢ ﺃﺑﺪﻱّ، ﻻ ﺇﺑﺘﺪﺍﺀ ﻷﻭّﻟﻴّﺘﻪ، ﻭ ﻻ ﺇﻧﺘﻬﺎﺀ ﻷﺧﺮﻳّﺘﻪ S : Apa makna Terdahulu ? J : Makna Terdahulu pada haq Allah SWT yaitu : bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu Terdahulu yang bersifat azaliy, Yang tetap abadi, tiada awal bagi permulaan-Nya, dan tiada penghabisan bagi akhir-Nya . ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻗﺪﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ، ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻗﺪﻳﻤًﺎ ﻟﻜﺎﻥ ﺣﺎﺩﺛًﺎ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺣﺎﺩﺛًﺎ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊٌ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﻫُﻮَ ﺍْﻷَﻭَّﻝُ ﻭَ ﺍْﻵﺧِﺮُ ﻭَ ﺍﻟﻈَّﺎﻫِﺮُ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﺎﻃِﻦُ ﻭَ ﻫُﻮَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻋَﻠِﻴْﻢٌ } S : Apa bukti atas sifat Terdahulu bagi Allah Ta’ala ? J : Bukti atas sifat Terdahulu adalah wujudnya seluruh makhluk di alam ini. Karena, seandainya Allah itu tidak terdahulu pasti Dia itu baru. Seandainya, Allah itu baru, pasti tidak terdapat sesuatu dari seluruh makhluk di alam semesta ini. Allah SWT berfirman : “Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Dzohir dan Yang Bathin. Dia-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺒﻘﺎﺀ ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺒﻘﺎﺀ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻕٍ ﻣﺴﺘﻤﺮّ ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ ﻻ ﺁﺧﺮ ﻟﻪ، ﻗﻴّﻮﻡ : ﻻ ﺇﻧﻘﻄﺎﻉ ﻟﻪ، ﺩﺍﺋﻢ : ﻻ ﺇﻧﺼﺮﺍﻡ ﻟﻪ، ﻫﻮ ﺍﻷﻭّﻝ، ﻭ ﺍﻵﺧﺮ، ﻭ ﺍﻟﻈّﺎﻫﺮ ﻭ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻭ ﻫﻮ ﺑﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻋﻠﻴﻢ S : Apa makna Kekal ? J : Makna Kekal pada haq Allah SWT yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu kekal terus-menerus adanya tiada akhir bagi-Nya. Maha Berkuasa : tiada terputus bagi-Nya. Maha Langgeng : tiada terputus bagi-Nya. Dia-lah yang Awal dan Yang Akhir, Dia-lah Yang Nyata dan Yang tersembunyi, Dia-lah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺑﻘﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺑﺎﻗﻴﺎ ﻟﻜﺎﻥ ﻓﺎﻧﻴّﺎ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻓﺎﻧﻴﺎ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ }: ﻭَ ﻳَﺒْﻘَﻰ ﻭَﺟْﻪُ ﺭَﺑِّﻚَ { ﺃﻱ ﺫﺍﺗﻪ S : Apa buktinya atas sifat Kekal bagi Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat Kekal adalah wujud dari seluruh makhluk di alam semesta ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala itu tidak kekal, pasti Dia itu binasa. Seandainya Allah Ta’ala itu binasa, pasti tidak terdapat sesuatu dari seluruh makhluk di alam semesta ini. Allah Ta’ala berfirman : “Dan tetap kekal wajah Tuhanmu.” Maksudnya : Dzat-Nya. ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﻳﻤﺎﺛﻞ ﺷﻴﺌﺎ ﻭ ﻻ ﻳﻤﺎﺛﻠﻪ ﺷﻴﺊ ﻻ ﺷﺒﻴﻪ ﻟﻪ ﻭ ﻻ ﻧﻈﻴﺮ ﻟﻪ ﻭ ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﻴﺊ ﻭ ﻫﻮ ﺍﻟﺴّﻤﻴﻊ ﺍﻟﺒﺼﻴﺮ S : Apa makna Berbeda dengan makhluk ? S : Makna sifat Berbeda dengan makhluk pada haq Allah SWT bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT tidak menyerupai sesuatu, dan sesuatu tidak menyerupai Nya. Tidak ada tiruan bagi-Nya. Tidak ada tandingan bagi-Nya. Tidak ada sesuatu bagi-Nya. Dia-lah Maha Mendengar dan Maha Melihat. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺨﺎﻟﻔﺎ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﻤﺎﺛﻼ ﻟﻬﻢ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﻤﺎﺛﻼ ﻟﻬﻢ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻟَﻴْﺲَ ﻛَﻤِﺜْﻠِﻪِ ﺷَﻴْﺊٌ } S : Apa buktinya atas sifat berbeda dengan makhluk pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas itu adalah wujudnya seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah tidak berbeda dengan makhluk-Nya, pastilah Allah menyerupai mereka. Seandainya, Allah menyerupai seluruh makhluk-Nya, maka pastilah tidak tercipta sesuatu dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Tidak ada sesuatu menyerupai Nya.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻨّﻔﺲ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻨّﻔﺲ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺷﻴﺊ ﻭ ﻫﻮ ﻏﻨﻲّ ﺣﻤﻴﺪ ﺣﻲّ ﻗﻴّﻮﻡ S : Apa makna berdiri dengan sendiriNya pada haq Allah Ta’ala? J : Makna sifat Berdiri dengan sendiriNya pada Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu tidak butuh kepada sesuatu, Dia-lah Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Hidup, lagi Maha Berdiri (Berkuasa). ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻨﻔﺴﻪ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻗﺎﺋﻤﺎ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ، ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﻐَﻨِﻲُّ ﻭ ﺃَﻧْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻔُﻘَﺮَﺍﺀُ { ﻭ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻳﻀﺎ : } ﺍﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮْﻡُ } S : Apa buktinya atas sifat Berdiri Allah Ta’ala dengan sendiri-Nya? J : Bukti atas sifat itu adalah wujud dari seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak berdiri dengan sendiri-Nya, pastilah Dia itu zat yang butuh. Seandainya Allah Ta’ala itu zat yang butuh , pastilah tidak tercipta sesuatu dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Dan Allah- lah Maha Kaya, sedangkan kalian fakir.” Allah Ta’ala juga berfirman : “Allah tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri (Berkuasa).” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺍﺣﺪ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ ﻓﺮﺩ ﻻ ﻣﺜﻞ ﻟﻪ ﺻﻤﺪ ﻻﺿﺪّ ﻟﻪ ﻣﻨﻔﺮﺩ ﻻ ﻧﺪّ ﻟﻪ ﻟﻢ ﻳﻠﺪ ﻭ ﻟﻢ ﻳﻮﻟﺪ ﻭ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻛﻔﻮﺍ ﺃﺣﺪٌ S : Apa makna dari sifat Esa pada haq Allah Ta’ala? J : Makna dari sifat Esa pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu wahid (satu) tiada sekutu bagi-Nya, Tunggal tiada serupa bagi-Nya, Tempat bergantung tiada lawan bagi-Nya, Sendiri tiada berbilang bagi-Nya, Dia tidak beranak dan tidak dilahirkan, Tidak ada seorang-pun yang setara dengan- Nya. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘﻌﺪّﺩﺍ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘﻌﺪّﺩﺍ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻴْﻬِﻤَﺎ ﺁﻟِﻬَﺔٌ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻔَﺴَﺪَﺗَﺎ } S : Apa buktinya atas sifat Esa pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat Esa adalah wujud dari seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak Esa, pastilah Dia itu berbilang. Seandainya Allah Ta’ala itu berbilang, pastilah tidak tercipta sesuatu dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Seandainya di langit dan bumi ada Tuhannya (masing-masing) selain Allah, pastilah keduanya akan hancur.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭ ﻋﻠﻰ ﻛﻞّ ﺷﻴﺊ ﺇﺫﺍ ﻗﻀﻰ ﺃﻣﺮﺍ ﻓﺈﻧّﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﻛﻦ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻭ ﺃﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﻭ ﻗﺪّﺭ ﺃﺭﺯﺍﻗﻬﻢ ﻭ ﺁﺟﺎﻟﻬﻢ ﻻ ﻳﺸﺬّ ﻋﻦ ﻗﺒﻀﺘﻪ ﻣﻘﺪﻭﺭ، ﻭ ﻻ ﻳﻌﺰﺏ ﻋﻦ ﻗﺪﺭﺗﻪ ﺗﺼﺎﺭﻳﻒ ﺍﻷﻣﻮﺭ، ﻻ ﺗﺤﺼﻰ ﻣﻘﺪﻭﺭﺍﺗﻪ، ﻭ ﻻ ﺗﺘﻨﺎﻫﻰ ﻣﻌﻠﻮﻣﺎﺗﻪ S : Apa makna dari sifat Berkuasa pada haq Allah Ta’ala? J : Makna Berkuasa pada haq Allah Ta’ala yaitu kita menyakini sesungguhnya Allah Ta’ala itu berkuasa atas segala sesuatu. Apabila Allah Ta’ala memutuskan sesuatu perkara, maka sesungguhnya Dia hanya berkata : “Jadilah, maka jadilah perkara itu.” Dia menciptakan seluruh makhluk dan seluruh perbuatannya. Dia menentukan rizki-rizki mereka, ajal-ajal mereka, yang telah ditentukan tidak akan luput dari genggaman-Nya, segala daya upaya dalam segala urusan tidak dapat menolak dari ketentuan-Nya, seluruh ketentuan-Nya tidak dapat dicegah, dan segala maklumat-Nya tidak tercegah. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭﺓ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻌﺠﺰ ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻌﺠﺰ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ } S : Apa buktinya atas sifat Berkuasa pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat Berkuasa itu adalah wujud dari seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak bersifat berkuasa, pastilah Dia itu bersifat lemah. Seandainya Allah Ta’ala itu bersifat lemah, pastilah tidak tercipta sesuatu dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah Ta’ala berkuasa atas segala sesuatu.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺮﻳﺪ ﻟﻠﻜﺎﺋﻨﺎﺕ، ﻣﺪﺑّﺮ ﻟﻠﺤﺎﺩﺛﺎﺕ ﻭ ﺃﻧّﻪ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺎﺋﻦ ﻣﻦ ﺧﻴﺮ ﺃﻭ ﺷﺮّ ﺃﻭ ﻧﻔﻊ ﺃﻭ ﺿﺮّ ﺇﻻّ ﺑﻘﻀﺎﺋﻪ ﻭ ﻣﺸﻴﺌﺘﻪ ﻓﻤﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻥ ﻭ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺸﺎﺀْ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ . S : Apa makna sifat Berkehendak pada haq Allah Ta’ala? J : Makna sifat berkehendak pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT Maha Berkehendak kepada segala keadaan, Maha Mengatur segala makhluk, karena sesungguhnya tidaklah keadaan terjadi dari perkara kebaikkan, atau keburukkan, atau kemanfa’atan, atau kemudhorotan kecuali berdasarkan keputusan-Nya dan kehendak-Nya. Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah, pasti terjadi dan sesuatu yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻹﺭﺍﺩﺓ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻣْﺮُﻩُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮْﻝَ ﻛُﻦْ ﻓَﻴَﻜُﻮْﻥُ} S : Apa buktinya atas sifat berkehendak pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat berkehendak adalah wujud dari seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak bersifat berkehendak, pastilah Dia bersifat terpaksa. Apabila Allah Ta’ala bersifat terpaksa, pastilah tidak tercipta sesuatu-pun dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu, maka Dia akan berkata : ‘Jadilah maka sesuatu itu akan terjadi’.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻋﻠﻴﻢ : ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﻛﻠّﻬﺎ ﻇﺎﻫﺮﻫﺎ ﻭ ﺑﺎﻃﻨﻬﺎ ﻭ ﺑﻌﻠﻢ ﻋﺪﺩ ﺣﺒّﺎﺕ ﺍﻟﺮّﻣﻞ ﻭ ﻋﺪﺩ ﻗﻄﺮﺍﺕ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭ ﺃﻭﺭﺍﻕ ﺍﻟﺸّﺠﺮ، ﻭ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻟﺸّﺮّ ﻭ ﺃﺧﻔﻰ ﻻ ﺗﺨﻔﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺧﺎﻓﻴّﺔ، ﻭ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻳﻠﺞ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﻭ ﻣﺎ ﻳﻨﺰﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺴّﻤﺎﺀ ﻭ ﻣﺎ ﻳﻌﺮﺝ ﻓﻴﻬﺎ ﻭ ﻫﻮ ﻣﻌﻜﻢ ﺃﻳﻨﻤﺎ ﻛﻨﺘﻢ، ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮﻥ ﺑﺼﻴﺮ، ﻭ ﻋﻠﻤﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﻤﻜﺘﺴﺐ، ﺑﻞ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻷﺷﻴﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻷﺯﻝ ﻗﺒﻞ ﻭﺟﻮﺩﻫﺎ S : Apa makna sifat mengetahui pada haq Allah Ta’ala? S : Makna sifat mengetahui pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu Maha Mengetahui tentang segala sesuatu : Dia mengetahui segala sesuatu seluruhnya, baik yang nyata maupun yang bathin, Allah mengetahui jumlah butir-butir pasir, jumlah tetesan hujan, jumlah daun pada pepohonan. Allah mengetahui yang rahasia maupun yang samar, tidak bersembunyi bagi-Nya sesuatu yang tidak nampak. Allah mengetahui sesuatu yang masuk ke dalam bumi dan sesuatu yang ke luar dari bumi. Allah mengetahui sesuatu yang turun dari langit dan sesuatu yang naik ke dalamnya. Dia bersama kalian di mana kalian berada. Allah Maha Melihat apa yang telah kalian kerjakan. Sedangkan, pengetahuan Allah tanpa adanya usaha, bahkan Allah mengetahui segala sesuatu sejak zaman azali, sebelum terjadinya sesuatu. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻭ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﺎﻩ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﺍﻋْﻠَﻤُﻮْﺍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻋَﻠِﻴْﻢٌ } S : Apa buktinya atas sifat mengetahui pada haq Allah Ta’ala ? S : Bukti atas sifat mengetahui pada haq Allah Ta’ala adalah wujud dari seluruh makhluk ini. Karena, seandainya Allah SWT tidak bersifat mengetahui, pastilah Dia itu bersifat bodoh dan perkara-perkara yang berada di dalam makna sifat bodoh. Seandainya Allah Ta’ala bersifat bodoh, maka sudah pasti tidak tercipta seseuatu-pun dari seluruh makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻲّ ﻭ ﺃﻥّ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺴﺖ ﻛﺤﻴﺎﺗﻨﺎ : ﻓﺈﻥّ ﺣﻴﺎﺗﻨﺎ ﺑﻮﺳﺎﺋﻂ ﻛﺠﺮﻳﺎﻥ ﺍﻟﺪّﻡ ﻭ ﺍﻟﻨّﻔﺲ ﻭ ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺴﺖ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺷﻴﺊ ﻭ ﻫﻲ ﻗﺪﻳﻤﺔ ﺑﺎﻗﻴّﺔ ﻻ ﻳﻠﺤﻘﻬﺎ ﺍﻟﻌﺪﻡ ﻭ ﺍﻟﺘّﻐﻴّﺮ ﺃﺻﻼً . ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻴّﻮﻡ ﻻ ﺗﺄﺧﺬﻩ ﺳﻨﺔ ﻭ ﻻ ﻧﻮﻡ ﻭ ﻻ ﻳﻌﺎﺭﺿﻪ ﻓﻨﺎﺀ ﻭ ﻻ ﻣﻮﺕ. S : Apa makna sifat hidup pada haq Allah Ta’ala? S : Makna sifat hidup pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu Maha Hidup. Sesungguhnya kehidupan Allah SWT tidak sama seperti kehidupan kita. Karena, kehidupan kita melalui perantara seperti peredaran darah dan bernapas. Sedangkan, kehidupan Allah SWT itu tidak melalui perantaraan sesuatu. Kehidupan Allah itu terdahulu lagi kekal. Maka, tidak mungkin mendapatkan kehidupan Allah itu tidak ada dan berubah zat. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha berkuasa, tidak terserang kantuk dan tidur, dan tidak menimpa Nya kebinasaan maupun kematian. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺤﻴﺎﺓ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : }ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ} S : Apa buktinya atas sifat hidup pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat hidup adalah wujud dari semua makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak bersifat hidup, pastilah Dia bersifat mati. Seandainya Allah Ta’ala itu bersifat mati, maka tidaklah tercipta sesuatu dari semua makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Dia-lah Yang Maha Hidup, tiada Tuhan selain Dia.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺴّﻤﻊ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺴّﻤﻊ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻮﺻﻮﻑ ﺑﺎﻟﺴّﻤﻊ ﻭ ﺃﻧّﻪ ﻳﺴﻤﻊ ﻛﻞّ ﺷﻴﺊ ﺳﺮّﺍ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﺟﻬﺮﺍ ﻟﻜﻦّ ﺳﻤﻌﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﻛﺴﻤﻌﻨﺎ، ﻓﺈﻥّ ﺳﻤﻌﻨﺎ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺍﻷﺫﻥ، ﻭﺳﻤﻌﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺷﻴﺊ S : Apa makna sifat mendengar pada haq Allah Ta’ala? J : Makna sifat mendengar pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT disifati mendengar. Sesungguhnya Dia mendengar segala sesuatu yang tidak terdengar ataupun yang terdengar. Akan tetapi, pendengaran Allah SWT itu tidaklah seperti pendengaran kita. Sesungguhnya pendengaran kita melalui perantaraan kuping. Sedangkan, pendengaran Allah Ta’ala tidak melalui perantaraan sesuatu. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴّﻤﻊ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺴّﻤﻊ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺼّﻤّﻢ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺼّﻤّﻢ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺳَﻤِﻴْﻌًﺎ ﻋَﻠِﻴْﻤًﺎ } S : Apa buktinya atas sifat mendengar pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat mendegar adalah wujud dari semua makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala itu tidak bersifat mendengar, pastilah Dia bersifat tuli. Seandainya Allah Ta’ala itu bersifat tuli , pastilah tidak tercipta sesuatu dari semua makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Adalah Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻮﺻﻮﻑ ﺑﺎﻟﺒﺼﺮ ﻭ ﺃﻧّﻪ ﺑﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﺑﺼﻴﺮ ﻳﺒﺼﺮ ﺣﺘّﻰ ﺍﻟﻨّﻤﻠﺔ ﺍﻟﺴّﻮﺩﺍﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻠّﻴﻠﺔ ﺍﻟﻈّﻠﻤﺎﺀ ﻭ ﺃﺻﻐﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ، ﻻ ﻳﺨﻔﻰ ﻋﻦ ﺑﺼﺮﻩ ﺷﻴﺊ ﻓﻲ ﻇﺎﻫﺮ ﺍﻷﺭﺽ ﻭ ﺑﺎﻃﻨﻬﺎ ﻭ ﻓﻮﻕ ﺍﻟﺴّﻤﺎﺀ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻭﻧﻬﺎ ﻟﻜﻦ ﺑﺼﺮﻩ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﻛﺒﺼﺮﻧﺎ : ﻓﺈﻥّ ﺑﺼﺮﻧﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺍﻟﻌﻴﻦ، ﻭ ﺑﺼﺮﻩ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺷﻴﺊ S : Apa makna dari sifat melihat pada haq Allah Ta’ala? J : Makna sifat melihat pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu disifati dengan sifat melihat : Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. Dia dapat melihat walaupun semut hitam di malam yang sangat gelap gulita, dan yang lebih kecil dari itu. Sesuatu tidak dapat samar dari penglihatan-Nya baik di permukaan bumi maupun di perut bumi, di atas langit maupun sesuatu selain berada di langit. Karena, sesungguhnya penglihatan Allah Ta’ala berbeda dengan penglihatan kita : Karena penglihatan Allah Ta’ala tanpa menggunakan perantaraan suatu apapun. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺒﺼﺮ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻌﻤﻰ ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻌﻤﻰ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴْﻊُ ﺍﻟْﺒَﺼِﻴْﺮُ} S : Apa buktinya atas sifat melihat pada haq Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat melihat adalah wujud semua makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak bersifat melihat, pastilah Dia mempunyai sifat tuli. Seandainya Allah Ta’ala itu tuli, pastilah tidak tercipta sesuatu dari semua makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘﻜﻠّﻢ : ﺁﻣﺮ ﻧﺎﻩ، ﻭﺍﻋﺪ ﻣﺘﻮﻋّﺪ، ﻭ ﺃﻥّ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭ ﺍﻟﺘّﻮﺭﺍﺕ ﻭ ﺍﻹﻧﺠﻴﻞ ﻭ ﺍﻟﺰّﺑﻮﺭ ﻛﺘﺒﻪ ﺍﻟﻤﻨﺰّﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴّﻼﻡ ﻭ ﺃﻥّ ﻛﻼﻣﻪ ﻻﻳﺸﺒﻪ ﻛﻼﻣﻨﺎ : ﻓﺈﻥّ ﻛﻼﻣﻨﺎ ﻣﺨﻠﻮﻕ ﻓﻴﻨﺎ ﻭ ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺁﻟﺔ ﻣﻦ ﻓﻢ ﻭ ﻟﺴﺎﻥ ﻭ ﺷﻔﺘﻴﻦ ﻭ ﻛﻼﻣﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﻛﺬﻟﻚ . ﻭ ﺃﻥّ ﻛﻼﻣﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻳﻀﺎ ﻣﻮﺻﻮﻑ ﺑﻘﺪﻳﻢ ﻗﺎﺋﻢ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺃﻱ ﺛﺎﺑﺖ ﻟﺬﺍﺗﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﺪﻝّ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﻠﻮﻡ ﻟﻴﺲ ﺑﺤﺮﻑ ﻭ ﻻﺻﻮﺕ ﻣﻨﺰّﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺘّﻘﺪّﻡ ﻭ ﺍﻟﺘّﺄﺧّﺮ ﻭ ﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺤﻮﺍﺩﺙ ﻟﻮ ﻛﺸﻒ ﻋﻨّﺎ ﺍﻟﺤﺠﺎﺏ ﻟﺮﻳﻨﺎﻩ S : Apa makna dari sifat berfirman pada haq Allah Ta’ala? J : Makna sifat berfirman pada haq Allah Ta’ala yaitu bahwa kita menyakini sesungguhnya Allah SWT itu Maha Berfirman : Yang Memerintahkan lagi Yang Melarang, Yang Menjanjikan lagi Yang Mengancam. Sesungguhnya Al-Qur’an, Taurat, Injil, dan Zabur adalah kitab-kitab-Nya yang diturunkan atas para Rasul alaihimus sholaatu was salaam. Sesungguhnya firman-Nya tidak menyerupai perkataan kita : Sebab, perkataan kita itu makhluk pada diri kita dan melalui perantaraan alat termasuk mulut, lidah, dan 2 buah bibir. Sedangkan, firman Allah Ta’ala tidak seperti itu. Sesungguhnya firman Allah Ta’ala juga bersifat qodim (terdahulu), qoim (melekat) pada Dzat Allah Ta’ala : yakni Yang tetap pada Dzat-Nya Ta’ala menunjukkan pada perkara yang sudah dipahami yaitu tidak berupa huruf maupun suara, bersih dari permulaan dan penghabisan serta selain dari 2 perkara tersebut yaitu merupakan sifat-sifat dari kalam makhluk. Seandainya dibuka hijab dari kita, pasti kita akan melihat firman-Nya. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﻮﺩ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ، ﻷﻧّﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﻜﻼﻡ ﻟﻜﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺒﻜﻢ ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻣﺘّﺼﻔﺎ ﺑﺎﻟﺒﻜﻢ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﻣﺨﻠﻮﻗﺎﺕ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : } ﻭَ ﻛَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣُﻮْﺳَﻰ ﺗَﻜْﻠِﻴْﻤًﺎ } S : Apa buktinya atas sifat berfirman pada haq Allah Ta’ala ? J : Buktinya atas sifat berfirman adalah wujud semua makhluk ini. Karena, seandainya Allah Ta’ala tidak bersifat berfirman, pastilah Dia bersifat bisu. Seandainya Allah Ta’ala itu bersifat bisu, pastilah tidak tercipta sesuatu dari semua makhluk ini. Allah Ta’ala berfirman : “Allah telah berkata-kata dengan Musa dengan sebenar-benarnya percakapan.” ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭﺍ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭ ﻋﻠﻰ ﻛﻞّ ﺷﻴﺊ ﻣﻤﻜﻦ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ . S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Berkuasa dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Berkuasa atas segala sesuatu yang mungkin dan dalilnya adalah dalil qudroh. ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺮﻳﺪﺍ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺮﻳﺪ ﻟﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻣﻤﻜﻦ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Berkehendak dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Berkehendak kepada segala sesuatu yang mungkin dan dalilnya adalah dalil irodah . ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﻟﻢ ﺑﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Mengetahui dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu yang dan dalilnya adalah dalil ilmu . ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻴّﺎ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻲّ ﻻ ﻳﻤﻮﺕ ﺃﺑﺪﺍ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Hidup dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Hidup lagi tidak mati selamanya, dan dalilnya adalah dalil hayah . ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﻤﻴﻌﺎ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﻤﻴﻊ ﻟﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﺴّﻤﻊ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Mendengar dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mendengar segala sesuatu dan dalilnya adalah dalil sam’un . ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺼﻴﺮﺍ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺼﻴﺮ ﺑﻜﻞّ ﺷﻴﺊ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﺒﺼﺮ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Melihat dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Melihat segala sesuatu dan dalilnya adalah dalil bashorun . ﺱ : ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘﻜﻠّﻤﺎ ﻭ ﻣﺎ ﺩﻟﻴﻠﻪ؟ ﺝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘﻜﻠّﻢ ﺑﻐﻴﺮ ﺣﺮﻭﻑ ﻭ ﺃﺻﻮﺍﺕ ﻭ ﺩﻟﻴﻠﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﻜﻼﻡ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Berfirman dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Berfirman tanpa huruf dan suara, sedangkan dalilnya adalah dalil kalam . ﺱ : ﺇﻟﻰ ﻛﻢ ﺗﻨﻘﺴﻢ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ؟ ﺝ : ﺗﻨﻘﺴﻢ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻗﺴﺎﻡ : ﻫﻲ ﻧﻔﺴﻴّﺔ ﻭ ﺳﻠﺒﻴّﺔ ﻭ ﻣﻌﺎﻥ ﻭ ﻣﻌﻨﻮﻳّﺔ S : Terbagi berapakah sifat-sifat wajib itu? J : Sifat-sifat wajib itu terbagi 4 bagian : yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻲ ﺍﻟﻨﻔﺴﻴّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ؟ ﺝ : ﺍﻟﻨّﻔﺴﻴّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ : ﻭ ﻫﻲ ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ، ﻓﺎﻟﻨﻔﺴﻴّﺔ ﻫﻲ ﻣﺎ ﻻ ﺗﻌﻘﻞ ﺍﻟﺬّﺍﺕ ﺇﻻّ ﺑﻬﺎ S : Apa itu sifat nafsiyah pada sifat-sifat wajib? J : Sifat nafsiyah (sifat kesendirian) pada sifat-sifat wajib ada satu sifat yaitu wujud (ada). Sifat nafsiyah adalah perkara yang Dzat tidak dapat dimengerti kecuali dengan sifat nafsiyah tersebut. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻲ ﺍﻟﺴّﻠﺒﻴّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ؟ ﺝ : ﺍﻟﺴﻠﺒﻴّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺧﻤﺲ ﺻﻔﺎﺕ : ﻭ ﻫﻲ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻭ ﺍﻟﺒﻘﺎﺀ ﻭ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﻭ ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ، ﻭ ﺳﻤّﻴﺖ ﺳﻠﺒﻴّﺔ : ﻷﻧّﻬﺎ ﺳﻠﺒﺖ ﻭ ﻧﻔﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻧﻘﺎﺋﺺ ﻻ ﺗﻠﻴﻖ ﺑﺠﻼﻟﻪ S : Apa itu sifat salbiyah pada sifat-sifat wajib? J : sifat salbiyah (sifat peniadaan) pada sifat-sifat wajib itu ada lima sifat yaitu : qidam (dahulu), baqo’ (kekal), Mukholafatuhu lilhawadits (berbeda dengan makhluk), qiyamuhu binafsihi (berdiri dengan sendirinya), dan wahdaniyah (esa). Disebut dengan sifat salbiyah, karena sifat salbiyah menggunduli dan meniadakan sifat-sifat kekurangan dari Allah Ta’ala yang tidak layak dengan Keagungan-Nya. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻲ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ؟ ﺝ : ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺳﺒﻊ ﺳﻔﺎﺕ، ﻭ ﻫﻲ : ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ، ﻭ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ، ﻭ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ، ﻭ ﺍﻟﺴّﻤﻊ، ﻭ ﺍﻟﺒﺼﺮ، ﻭ ﺍﻟﻜﻼﻡ . ﻭ ﺳﻤّﻴﺖ ﺑﺎﻟﻤﻌﺎﻧﻲ : ﻷﻧّﻬﺎ ﺃﺛﺒﺘﺖ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻌﺎﻥ ﻭﺟﻮﺩﻳّﺔ ﺗﻠﻴﻖ ﺑﻜﻤﺎﻟﻪ S : Apa itu sifat ma’ani pada sifat-sifat wajib? J : Sifat ma’ani pada sifat-sifat wajib itu ada tujuh sifat yaitu : qudroh (berkuasa), irodah (berkehendak), ilm (mengetahui), hayat (hidup), sam’u (mendengar), bashor (melihat), dan kalam (berfirman). Disebut dengan sifat ma’ani, karena sifat ma’ani menetapkan makna-makna wujudiyah bagi Allah Ta’ala, yang layak dengan kesempurnaan-Nya. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻲ ﺍﻟﻤﻌﻨﻮﻳّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ؟ ﺝ : ﺍﻟﻤﻌﻨﻮﻳّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺳﺒﻊ ﺻﻔﺎﺕ : ﻭ ﻫﻲ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭﺍ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺮﻳﺪﺍ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﻟﻤﺎ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻴّﺎ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﻤﻴﻌﺎ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺼﻴﺮﺍ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘﻜﻠّﻤﺎ . ﻭ ﻫﻲ ﻣﻼﺯﻣﺔ ﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻲ S : Apa itu sifat ma’nawiyah pada sifat-sifat wajib? J : Sifat ma’nawiyah pada sifat-sifat wajib itu ada tujuh sifat yaitu : keadaan Allah Ta’ala Maha Berkuasa, keadaan Allah Ta’ala Maha Berkehendak, keadaan Allah Ta’ala Maha Mengetahui, keadaan Allah Ta’ala Maha Hidup, keadaan Allah Ta’ala Maha Mendengar, keadaan Allah Ta’ala Maha Melihat, keadaan Allah Ta’ala Maha Berfirman. Sifat mana’wiyah senantiasa melekat pada sifat-sifat ma’ani. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻴﻞ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺟﻤﺎﻻ؟ ﺝ : ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻴﻞ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺟﻤﺎﻻ ﻫﻮ ﻣﻨﺰّﻩ ﻋﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻨّﻘﺼﺎﻥ S : Apa makna dari sifat keadaan Allah Ta’ala itu Maha Berfirman dan Apa dalilnya? J : Maknanya adalah Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Berfirman tanpa huruf dan suara, sedangkan dalilnya adalah dalil kalam . ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻴﻞ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻔﺼﻴﻼ؟ ﺝ : ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻴﻞ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺗﻔﺼﻴﻼ ﻋﺸﺮﻭﻥ ﺻﻔﺔ ﻭ ﻫﻲ ﺍﻟﻌﺪﻡ، ﻭ ﺍﻟﺤﺪﻭﺙ، ﻭ ﺍﻟﻔﻨﺎﺀ، ﻭ ﺍﻟﻤﻤﺎﺛﻠﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ، ﻭ ﺍﻹﺣﺘﻴﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺤﻞّ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﻮﺟﺪ، ﻭ ﺍﻟﺘّﻌﺪّﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺬّﺍﺕ ﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻔﺎﺕ ﺍﻷﻓﻌﺎﻝ، ﻭ ﺍﻟﻌﺠﺰ ﻭ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ، ﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ، ﻭ ﺍﻟﻤﻮﺕ، ﻭ ﺍﻟﺼّﻤﻢ، ﻭ ﺍﻟﻌﻤﻰ، ﻭ ﺍﻟﺒﻜﻢ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﺟﺰﺍ، ﻭ ﻣﻜﺮﻭﻫﺎ ﻭ ﺟﺎﻫﻼ ﻭ ﻣﻴّﺘﺎ ﻭ ﺃﺻﻢّ ﻭ ﺃﻋﻤﻰ ﻭ ﺃﺑﻜﻢ . ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻮّﺍ ﻛﺒﻴﺮﺍ S : Apa itu sifat mustahil pada haq Allah Ta’ala secara terperinci? J : Sifat mustahil pada haq Allah Ta’ala secara terperinci ada 20 sifat, yaitu : Tiada, Baru, Binasa, Serupa dengan makhluk, Membutuhkan tempat atau yang ada, Berbilang dalam zat - dalam sifat dan dalam perbuatan, Lemah, Terpaksa, bodoh, Mati, Tuli, Buta, Bisu, Keadaan Allah Ta’ala itu : Maha Lemah, Maha Terpaksa, Maha Bodoh, Maha Mati, Maha Tuli, Maha Buta, dan Maha Bisu. Allah Ta’ala Maha Suci dari seluruh sifat mustahil, keadaanya-pun Maha Tingggi lagi Maha Besar. ﺱ : ﺃﺫﻛﺮ ﻛﻞّ ﺻﻔﺔ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭ ﺑﺠﺎﻧﺒﻬﺎ ﺿﺪّﻫﺎ؟ ﺝ : ﺍﻟﻮﺟﻮﺩ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﻌﺪﻡ، ﻭ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﺤﺪﻭﺙ، ﻭ ﺍﻟﺒﻘﺎﺀ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﻔﻨﺎﺀ، ﻭ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ ﺿﺪّﻩ ﻫﺎ ﺍﻟﻤﻤﺎﺛﻠﺔ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ، ﻭ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﻨّﻔﺲ ﺿﺪّﻩ ﺍﻹﺣﺘﻴﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺤﻞّ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﻮﺟﺪ، ﻭ ﺍﻟﻮﺣﺪﺍﻧﻴّﺔ ﺿﺪّﻫﺎ ﺍﻟﺘّﻌﺪّﺩ، ﻭ ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﺿﺪّﻫﺎ ﺍﻟﻌﺠﺰ، ﻭ ﺍﻹﺭﺍﺩﺓ ﺿﺪّﻫﺎ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ، ﻭ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﺠﻬﻞ، ﻭ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺿﺪّﻫﺎ ﺍﻟﻤﻮﺕ، ﻭ ﺍﻟﺴّﻤﻊ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﺼّﻤﻢ، ﻭ ﺍﻟﺒﺼﺮ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﻌﻤﻰ، ﻭ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺿﺪّﻩ ﺍﻟﺒﻜﻢ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺎﺩﺭﺍ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﺟﺰﺍ،ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺮﻳﺪﺍ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻜﺮﻫﺎ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺟﺎﻫﻼ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻴّﺎ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﻴّﺘﺎ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺳﻤﻴﻌﺎ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﺻﻢّ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺼﻴﺮﺍ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻤﻰ، ﻭ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ ﺿﺪّﻩ ﻛﻮﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﺑﻜﻢ S : Sebutkanlah masing-masing sifat dari sifat-sifat wajib bagi Allah Ta’ala, sedangkan di sampingnya sifat mustahil? J : Wujud lawannya Adam , Qidam lawannya Hudust , Baqo’ lawannya Fana , Mukholafatuhu Ta’ala lil hawadist lawannya Mumatsalah lil hawadist, Qiyam bin Nafsi lawannya Ihtiyaj ilah mahalli awil mujid , Wahdaniyah lawannya Ta’addud , Qudroh lawannya Ajz , Irodah lawannya Karohah, Ilm lawannya Jahl, Hayah lawannya Maut , Sam’un lawannya Shomamun , Bashor lawannya A’ma , Kalam lawannya Bakam, Kaunuhu Ta’ala Qodiron lawannya Kaunu Ta’ala ‘Ajizan , Kaunuhu Ta’ala Muridan lawannya Kaunuhu Ta’ala Mukrohan , Kaunuhu Ta’ala A’liman lawannya Kaunu Ta’ala Jahilan , Kaunuhu Ta’ala Hayyan lawannya Kaunuhu Ta’ala Mayyitan, Kaunuhu Ta’ala Sami’an lawannya Kaunuhu Ta’ala ‘Ashoma , Kaunuhu Ta’ala Bashiron lawannya Kaunuhu Ta’ala A’ma , Kaunuhu Ta’ala Mutakalliman lawannya Kaunuhu Ta’ala Abkam. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻟﺠﺎﺋﺰ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻟﺠﺎﺋﺰ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﻓﻌﻞ ﻛﻞّ ﻣﻤﻜﻦ ﺃﻭ ﺗﺮﻛﻪ S : Apa itu sifat Ja’iz pada haq Allah Ta’ala? J : Sifat Ja’iz pada haq Allah Ta’ala yaitu menlakukan segala hal-hal yang mungkin atau meninggalkannya. ﺱ : ﻣﺎ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ؟ ﺝ : ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ، ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻏﻨﻴّﺎ ﺃﻭ ﻓﻘﻴﺮﺍ، ﻭ ﺻﺤﻴﺤﺎ ﺃﻭ ﺳﻘﻴﻤﺎ، ﻭ ﺳﻌﺎﺩﺓ ﺃﻭ ﺷﻘﺎﻭﺓ، ﻭ ﺃﺷﺒﺎﻩ ﺫﻟﻚ . ﻭ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : )) ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟَﻪُ ﻣُﻠْﻚُ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﻳُﻌَﺬِّﺏُ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﻴْﺊٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٍ )) S : Apa bukti atas sifat Ja’iz Allah Ta’ala? J : Bukti atas sifat Ja’iz adalah seperti menjadikan seseorang kaya atau miskin, sehat atau sakit, bahagia atau sengsara, dan lain sebagainya. Allah Ta’ala berfirman : “Apakah engkau tidak mengetahui sesungguhnya Allah Ta’ala itu memiliki kerajaan di langit dan bumi. Dia menyiksa siapa saja yang diinginkan dan member ampunan bagi siapa saja yang diinginkan. Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻲ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﺜﻴﺮﺓ، ﻭ ﺃﺷﻬﺮﻫﺎ ﻟﻔﻆ ﺍﻟﺠﻼﻟﺔ ﻭ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ S : Apa itu nama-nama Allah Ta’ala? J : Nama-nama Allah Ta’ala itu sangat banyak, dan yang paling masyur dari nama-namaNya adalah lafaz Yang Agung yaitu Allah. ﺱ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺍﻹﺳﻢ ﺍﻷﻋﻈﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﺍﻹﺳﻢ ﺍﻷﻋﻈﻢ ﻫﻮ ﺇﺳﻢ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻪ ﺇﻻّ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻮﻥ . ﻭ ﻗﻴﻞ : ﻳﺲ، ﻭ ﺣﻲّ ﻗﻴّﻮﻡ، ﻭ ﺻﻠﻄﺎﻥ ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ : ﺍﻟﻠﻪ . ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ S : Apa itu nama yang paling Agung pada Allah Ta’ala? J : Nama yang paling Agung yaitu satu nama yang tidak mengetahuinya kecuali para Nabi dan para Rosul. Ada orang yang berpendapat : “Yasin, Hayyun Qoyyum, dan Raja dari nama-nama yaitu Allah. Allah lebih Mengetahui. ﺱ : ﻫﻞ ﺇﺭﺳﺎﻝ ﺍﻟﺮّﺳﻞ ﻭﺍﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ؟ ﺝ : ﻻ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻌﻞ ﺷﻴﺊ ﺃﺻﻼ ﻓﺈﺭﺳﺎﻝ ﺍﻟﺮّﺳﻞ ﺩﺍﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺎﺋﺰ ﻓﻲ ﺣﻖّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ S : Apakah pengutusan para Rosul itu wajib bagi Allah Ta’ala? J : Pada dasarnya, tidak wajib atas Allah Ta’ala melakukan sesuatu. Pengutusan para Rosul tergolong ke dalam sifat Ja’iz pada haq Allah Ta’ala.

Sumber:Abu Nawas Majdub