Ushul Fiqih

USHUL FIQH

ﻓﻲ ﺃﺻﻮﻝ ﺍﻟﻔﻘﻪ

DI DALAM MENJELASKAN USHUL FIQH

( ﺍﻷﺻﻞ ﻟﻐﺔ ( ﻣﺎ ﺑﻨﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻏﻴﺮﻩ ﻛﺄﺻﻞ ﺍﻟﺸﺠﺮﺓ ﺃﻱ ﺃﺳﺎﺳﻬﺎ، ﻭ ﺃﺻﻞ ﺍﻟﺸﺠﺮﺓ ﺃﻱ ﻇﺮﻓﻬﺎ ﺍﻟﺜﺎﺑﺖ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ، ﻓﺄﺻﻮﻝ
ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺃﺳﺎﺳﻪ

Pokok secara bahasa adalah sesuatu yang lain dibangun di atasnya, seperti pokok pohon adalah
sendi dasarnya. Pokok pohon itu adalah akarnya yang menancap kuat di tanah. Maka ushul fiqh itu
sendi dasarnya.
(

ﻭ ﺍﻟﻔﺮﻉ( ﻣﺎ ﺑﻨﻰ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ، ﻛﻔﺮﻭﻉ ﺍﻟﺸﺠﺮﺓ ﻷﺻﻠﻬﺎ ﻭ ﻓﺮﻭﻉ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻷﺻﻮﻟﻪ

Cabang itu adalah sesuatu yang didirikan atasnya, seperti cabang pohon itu untuk pokoknya. Cabang
fiqh itu untuk ushul fiqh.

( ﻭ ﺍﻷﺻﻞ ﺍﺻﻄﻼﺣﺎ( ﻳﻘﺎﻝ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻭ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﻜﻠﻴّﺔ، ﻛﻘﻮﻟﻬﻢ : ﺃﺻﻞ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺃﻱ ﺍﻟﺪّﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ
ﻭﺟﻮﺑﻬﺎ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺃﻗﻴﻤﻮﺍ ﺍﻟﺼّﻼﺓ

Pokok secara istilah dapat dikatakan atas yang menunjukkan dan kaedah yang menyeluruh. Seperti
perkataan mereka pokok wajib sholat adalah Al-Qur’an yakni yang menunjukkan atas wajibnya sholat
adalah Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman : “Dirikanlah sholat”.

ﻭ ﻗﻮﻟﻬﻢ : ﺇﺑﺎﺣﺔ ﺍﻟﻤﻴّﺘﺔ ﻟﻠﻤﻀﻄﺮ ﺧﻼﻑ ﺍﻷﺻﻞ ﺃﻱ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻠﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﻜﻠﻴّﺔ ﻭ ﻫﻲ : ﻛﻞّ ﻣﻴّﺘﺔ ﺣﺮﺍﻡ . ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
"ﺇﻧّﻤﺎ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﻤﻴﺘﺔ "

Ucapan mereka : kebolehan bangkai bagi orang yang sangat terpaksa itu menyelisihi pokok yakni
menyelisihi bagi kaedah yang menyeluruh. Kaedah menyeluruh itu adalah setiap bangkai itu
hukumnya haram. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya diharamkan bagi kalian bangkai.”

( ﺃﺻﻞ ﺍﻟﻔﻘﻪ( ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻹﺟﻤﺎﻝ ﻛﻘﻮﻟﻬﻢ ﻣﻄﻠﻖ ﺍﻷﻣﺮ ﻟﻠﻮﺟﻮﺏ ﻭ ﻣﻄﻠﻖ ﺍﻟﻨّﻬﻲ ﻟﻠﺘّﺤﺮﻳﻢ ﻭ ﻣﻄﻠﻖ ﻓﻌﻞ
ﺍﻟﻨّﺒﻲّ ﺻﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠّﻢ ﻭ ﻣﻄﻠﻖ ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﻭ ﻣﻄﻠﻖ ﺍﻟﻘﻴﺎﺱ ﺣﺠﺞ

Pokok fiqh adalah indikasi fiqh atas jalan global. Seperti ucapan mereka : keumuman perintah (amr)
untuk wajib, keumuman larangan (nahi) untuk pengharaman, keumuman perbuatan Nabi SAW dan
keumuman ijma’ serta keumuman qiyas itu hujjah.”

ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻟﻐﺔ ﺍﻟﻔﻬﻢ، ﻓﻘﻬﺖ ﻛﻼﻣﻚ ﺃﻱ ﻓﻬﻤﺘﻪ

Fiqh secara bahasa itu artiyanya paham (al-fahmu), contoh : faqihtu kalaamak maksudnya
fahimtuhu .

ﻭ ﺍﺻﻄﻼﺣﺎ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸّﺮﻋﻴّﺔ ﺍﻟّﺘﻲ ﻃﺮﻳﻘﻬﺎ ﺍﻹﺟﺘﻬﺎﺩ

Secara istilah adalah mengetahui hukum-hukum syariah yang jalannya adalah ijtihad.

ﻛﺎﻟﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥّ ﺍﻟﻨﻴّﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺿﻮﻉ ﻭﺍﺟﺒﺔ ﻭ ﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ ﺍﻹﺟﺘﻬﺎﺩﻳﺔ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨّﺒﻲّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ : " ﺇﻧّﻤﺎ
ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨّﻴﺎﺕ " ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ، ﻭ ﺍﻟﻮﺿﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ

Seperti mengetahui bahwa niyat pada wudhu itu wajib serta semisal dari itu merupakan masalah-
masalah bersifat ijtihad. Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya segala amal itu disertai dengan
niyat.” (HR. Imam Bukhori dan Imam Muslim). Wudhu itu tergolong amal.

ﺑﺨﻼﻑ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻴﺲ ﻃﺮﻳﻘﻬﺎ ﺍﻹﺟﺘﻬﺎﺩ ﻛﺎﻟﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﺍﺟﺒﺔ ﻭ ﺃﻥ ﺍﻟﺰﻧﺎ ﻣﺤﺮﻡ ﻭ
ﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ ﺍﻟﻘﻄﻌﻴﺔ ﻓﻼ ﻳﺴﻤﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻓﻘﻬﺎ

Berbeda dengan mengetahui hukum-hukum syariah yang bukanlah jalannya itu ijtihad. Seperti
mengetahui bahwa sholat 5 waktu itu wajib, zina itu diharamkan dan semisalnya dari itu merupakan
masalah-masalah­ yang bersifat qoth’i (tetap). Maka, yang demikian itu tidak disebut fiqh.

ﺍﻟﻌﻠﻢ : ﺻﻔﺔ ﻳﻨﻜﺸﻒ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ ﺇﻧﻜﺸﺎﻓﺎ ﺗﺎﻣّﺎ

Ilmu adalah satu sifat yang dengan sifat itu apa yang dicari benar-benar terbuka secara sempurna.

ﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ : ﻋﺪﻡ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﺸﻴﺊ

Bodoh itu adalah meniadakan ilmu dengan sesuatu.

ﻭ ﺍﻟﻈﻦّ : ﺍﻹﺩﺭﺍﻙ ﺍﻟﺮﺍﺟﺢ ﻷﺣﺪ ﺍﻷﻣﺮﻳﻦ

Zhon itu adalah pehaman yang kuat untuk salah satu dari dua perkara.

ﻭ ﺍﻟﻮﻫﻢ : ﺍﻹﺩﺭﺍﻙ ﺍﻟﻤﺮﺟﻮﺡ ﻷﺣﺪ ﺍﻷﻣﺮﻳﻦ
Waham itu adalah pemahaman yang dikuatkan untuk salah satu dari dua perkara

ﻭ ﺍﻟﺸﻚ : ﺍﻹﺩﺭﺍﻙ ﺍﻟﻤﺴﺘﻮﻯ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﻣﺮﻳﻦ

Syak itu adalah pehaman yang sama diantara dua perkara

ﻓﺎﻟﺘﺮﺩﺩ ﻓﻲ ﻗﻴﺎﻡ ﺯﻳﺪ ﻭ ﻧﻔﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻮﺍﺀ ﺷﻚ ﻭ ﻣﻊ ﺭﺟﺤﺎﻥ ﺍﻟﺜﺒﻮﺕ، ﻭ ﺍﻹﻧﺘﻔﺎﺀ ﻇﻦ ﻭ ﻣﻊ ﻣﺮﺟﻮﺡ ﻓﻲ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ
ﻭﻫﻢ

Keraguan di dalam menjelaskan berdirnya Zaid atau meniadakan beridirinya Zaid itu berada dalam
keadaan sama yakni syak dan disertai penguatan ketetapan. Peniadaan itu adalah zhon dan disertai
apa yang dikuatkan pada salah satu dari kedua perkara zaid itu waham.

ﻭ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻳﺸﻤﻞ ﺍﻟﻈﻦ

Yang dimaksud dengan ilmu di dalam definisi fiqh itu mencangkup zhon


Sumber Abu Nawas Majdub