Doa dan Amalan Hari Asyura

Doa Hari 'Asyura


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
أَللَّـهُمَّ ياَمُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ وَياَ مُخْرِجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَجاَمِعَ شَمْلَ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَغاَفِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَكاَشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ وَياَساَمِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهاَرُوْنَ يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَخاَلِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عاَشُوْرَاءَ , وَياَرَحْمَنُ الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ وَأَطِلْ عُمْرِى فىِ طاَعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضاَكَ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَأَحْيِنِى حَياَةً طَيِّبَةً وَتَوَفَّنِى عَلَى الإِسْلاَمِ وَالإِيْماَنِ ياَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمْيَنَ
 
Artinya :
Ya Allah wahai Yang membebaskan segala kesulitan, wahai Yang melepaskan Nabi Yunus Dzin-Nun di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ya’kub di hari ‘Asyura, wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari ‘Asyura, wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayub di hari ‘Asyura, wahai Yang mendengar do’a Nabi Musa dan Nabi Harun di hari ‘Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad Saw di hari ‘Asyura, wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat panjangkanlah umurku dalam taat ibadah dan cinta kepadaMu, wahai Yang maha Pengasih diantara yang pengasih hidupkan-lah aku dalam kehidupan yang baik, matikanlah aku dalam Islam dan Iman, wahai Yang maha Pengasih diantara yang Pengasih, semoga Allah limpahkan rahmat dan salam atas baginda kita Muhammad juga keluarga beliau dan para sahabat beliau, segala puji bagi Allah Tuhan pengurus sekalian alam.
 
Amalan Hari Asyura


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَنُقِلَ عَنْ بَعْضِ الأَفاَضِلِ أَنَّ الأَعْماَلَ فيِ يَوْمِ عاَشُوْرَاءَ إِثْناَ عَشَرَ عَمَلاً الصَّلاَةُ وَالأَوْلىَ أَنْ تَكُوْنَ صَلاَةُ التَّسْبِيْحِ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ وَالتَّوْسِعَةُ عَلَى العِياَلِ وَالاِغْتِساَلُ وَزِياَرَةُ العاَلِمِ الصَّالِحِ وَعِياَدَةُ المَرِيْضِ وَمَسْحُ رَأْسِ اليَتِيْمِ وَالاِكْتِحاَلُ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفاَرِ وَقِرَاءَةُ سُوْرَةِ الإِخْلاَصِ أَلْفَ مَرَّةٍ وَصِلَّةُ الرَّحْمِ
Artinya :
Dikutif dari sebagian Ulama yang memiliki martabat mulia, bahwa amal ibadah yang layak diperhatikan pada tanggal 10 Muharram adalah 12 macam amal kebaikan diantaranya :

1. Melaksanakan Shalat Sunnah, paling utama shalat Tasbih,
2. Melakukan Puasa Sunnah,
3. Melakukan Sodaqoh,
4. Melakukan keleluasaan di keluarga yaitu menambah belanja termasuk membeli pakaian baru,
5. Melakukan Mandi Sunnah,
6. Melakukan kunjungan pada Alim Ulama yang soleh,
7. Menengok orang yang sedang sakit,
8. Mengusap kepala yatim, peduli dan menampakkan kasih sayang terhadap anak yatim,
9. Memakai celak mata,
10. Menggunting kuku,
11. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali,
12. Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, mudik sama seperti di hari raya”.

Pustaka ; Nihayatuz-Zein, Syekh Nawawi Hal. 196
 
Selain 12 amalan tersebut,dianjurkan pula untuk;
*Memperbanyak bacaan hasbunallah wani'mal wakil ni'mal mawla wa ni'man nashir 70x==>fadhilahnya,dijaga dari segala kejelekan di tahun itu.
* Melakukan sholat 2 rokaat lalu berdoa setelahnya dgn doa Asyuro sebanyak 7/10x dan meniupkan bacaan trsbt pd dirinya ==> fadhilahnya,insyaAllah tdk akan mati di tahun itu.
Puasa Asyura
Puasa 'Asyura sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan keterangan beberapa hadis, antaranya :
 
1.    صُوْمُوا يَوْمَ عَاشُورَاء ، وَخَالِفُوا اليَهُودَ ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ - Berpuasalah kamu pada hari 'Asyura, dan bedalah dengan (puasa) Yahudi, (oleh itu) berpuasalah (juga) sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya ( Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya I/241 ; Ibnu Huzaimah - 2095 - di dalam sanad hadis ini Ibnu Abi Laila yang kurang kuat hafazannya)

2. صُومُوا اليَومَ التَّاسِعَ والعَاشِرَ وَخَالِفُوا اليَهُودَ - Berpuasalah kamu pada hari yang ke sembilan dan hari yang ke sepuluh, dan bedakanlah dengan (puasa) Yahudi. ( daripada Ibnu Abbas r.a. melalui jalan Al-Baihaqi IV/287 - Sanadnya Sahih )

3. إِنِّى أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّيِّئَةَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهَا - Sesungguhnya aku mengharap ganjaran daripada Allah supaya menghapuskan kesalahan (orang yang berpuasa Asyura) setahun sebelumnya. ( HR Muslim - Kitab Puasa )

Berdasarkan keterangan hadis-hadis di atas maka dapatlah diambil beberapa kesimpulan, antaranya :

1. Puasa Asyura sunat hukumnya. Ia dilakukan pada hari yang ke sepuluh dari bulan Muharram. Tetapi jika selain 10 Muharran, juga dilakukan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya adalah lebih baik untuk membedakan antara ibadah Umat Islam dengan ibadah Yahudi.

2. Para ulama berpendapat tentang derajat puasa Hari Asyura : Derajat I : Puasa tiga hari 9,10,11 Muharram ;  Derajat II : Puasa dua hari 9 dan 10 Muharram ; Derajat III : Puasa Asyura hanya sehari yaitu 10 Muharram saja. Namun demikian jika seseorang berpuasa hanya sehari saja (10 Muharram) juga sah, tetapi jika lebih sehari adalah lebih afdhal.

3. Fadhilah puada Asyura : Siapa yang melakukan puasa Asyura niscaya Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama setahun sebelumnya. Namun demikian, pengampunan dosa tersebut terbatas hanya dosa-dosa kecilnya saja, sedangkan dosa-dosa besar hanya akan diampuni melalui Taubat Nasuha.

4. Selain itu juga terdapat beberapa hadis tentang fadhilah hari Asyura, antaranya : ( Barangsiapa yang memberi kelapangan dan keselesaan kepada ahli keluarganya pada hari Asyura, nescaya Allah akan memperluaskan rezekinya sepanjang tahun ) - (HR Tabarani). Semua hadis seumpama ini derjatnya dhaif (lemah). Imam Al-Nawawiy berkata dalam kitabnya "Al-Adzkar" : Ulama Hadis berkata : Dibolehkan beramal berdasarkan hadis dhaif (lemah) dalam fadhilat amalan selagi hadis tersebut bukan hadis maudhu' (palsu).

5. Doa pada Hari Asyura :

يَا مُحْسِنٌ قَدْ جَــاءَكَ المُسِيْئُ ، وَقَدْ أَمَرْتَ يَا مُحْسِنٌ بِالتَّجَــاوُزِ عَنِ المُسِيْئِ ، وَأَنْتَ المُحْسِنُ وَأَنَـــا المُسِيْئُ ، فَتَجَــاوَزْ عَنْ قَبِيْحِ مَا عِنْدِي بَجَمِيْلِ مَا عِنْدَكَ ، فَأَنْتَ بِالمَعْرُوْفِ مَوْصُوْفٌ ، أَئْتِنِي مَعْرُوْفَكَ ، وَأَغْنِنِي بِــهِ عَنْ مَعْرُوْفِ مِنْ سِوَاكَ ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  -  Wahai Dzat Yang Maha baik, sungguh telah datang kepada-Mu orang yang berdosa ini, wahai Dzat Yang Maha baik, sungguh Engkau telah menyuruh agar memaafkan kesalahan orang yang berdosa, sedangkan Engkau Maha baik dan aku pula berdosa, oleh sebab itu hapuskanlah keburukan yang datang dari sisiku dengan keindahan yang ada di sisi-Mu, Engkau disifati dengan sifat makruf (baik), oleh itu anugerahkanlah kepadaku sifat makruf-Mu itu, dan cukupkanlah daku dengan makruf-Mu itu sehingga aku tidak memerlukan makruf daripada selain Engkau, dengan berkat rahmat-Mu, wahai Allah Yang Maha Pengasih ). ( Doa ini berasal daripada Saidina Ali Bin Abu Talib r.a. sebagaimana dinyatakan oleh ulama Hadis - Mereka berkata : Doa ini bagus diamalkan pada Hari Asyura )

Penjelasan di atas berdasarkan kitab-kitab berikut :

1. Kitab Al-Mughniy - Ibnu Qudamah - Juz IV / 440 - 442
2. Zaad Al-Ma'aad - Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah - Juz II / 63 - 73
3. Fadhail Al-Syuhur Wa Al-Ayyam - Imam Abdul Ghaniy Bin Ismail Al-Nablusiy - Hlmn. 70 - 75


Sumber:
http://arbabulhija.blogspot.com/2012/11/doa-asyura-sepuluh-muharram.html
http://arbabulhija.blogspot.com/2012/11/amalan-ibadah-mengisi-sepuluh-muharram.html
http://shafiqolbu.wordpress.com/2011/12/05/doa-hari-asyura/
https://www.facebook.com/note.php?note_id=172619339439417&id=1768201453
https://www.facebook.com/permalink.php?id=182861245075215&story_fbid=533039496724053