Zakat



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَمَا آُتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيْدُونَ وَجْهَ اللهِ فَأُولَئِكَ هُمُ المُضْعِفُونَ
Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, Maka (yang berbuat demikian) Itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (QS. Ar-Ruum 39)
Pengertian zakat
الزَّكاَةُ فيِ اللُّغَةِ النَّمْوُ وَالبَرْكَةُ وَكَثْرَةُ الخَيْرِ , وَفيِ الشَّرْعِ إِِسْمٌ لِقَدْرٍ مِنَ ماَلِ مَخْصُوْصٍ يُصَرَّفُ ِلأَصْناَفٍ مَخْصُوْصَةٍ بِشَرَائِطَ
Artinya :
Zakat menurut bahasa adalah bersih, berkah atau kebaikan yang banyak. Sedangkan zakat menurut  istilah agama adalah nama harta tertentu yang diambil dari harta tertentu melalui ketentuan tertentu dan diberikan kepada kelompok tertentu yang memenuhi syarat.
Harta wajib zakat
Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya ada lima macam, yaitu hewan ternak, emas perak, makanan pokok, buah-buahan dan harta niaga.
Adapun zakat propesi atau zakat dari penghasilan tetap sama dengan zakat emas-perak atau zakat Maal, karena termasuk kategori harta dan wajib dizakati, zakat profeasi yang berpenghasilan tetap ialah kandungan makna dari zakat emas-perak atau zakat Maal.
Zakat hewan ternak
Hewan ternak yang wajib zakat ada 3 jenis, yaitu unta, sapi atau kerbau dan kambing atau domba.
Syarat wajib zakat hewan ternak ada 6, yaitu Islam, merdeka, milik sempurna, nishab, haul dan dilepas liar. Nishab zakat hewan ternak Awal mula nishab unta adalah 5 ekor, dan wajib zakatnya  1 ekor kambing Jada’ah. Awal mula nishab sapi adalah 30 ekor, dan wajib zakatnya 1 ekor sapi Tabi’ yaitu sapi usia satu tahun. Awal mula nishab kambing adalah 40 ekor, dan wajib zakatnya  1 ekor kambing Jada’ah.
Zakat Emas perak
Syarat wajib zakat emas perak ada 5, yaitu Islam, merdeka, milik sempurna, nishab dan haul.
Nishab emas adalah 20 mitsqol (93,6 gram) dan wajib zakatnya 2,5% sedangkan nishab perak adalah 200 dirham (624 gram) dan wajib zakatnya 2,5%.
Zakat makanan pokok
Syarat wajib zakat makanan pokok ada 3, yaitu ditanam sendiri, sebagai makanan pokok setempat dan nishab. Nishab makanan pokok seperti padi adalah 5 Ausuq (kira-kira 700 kg) wajib zakatnya 5%.
Zakat Buah-buahan
Buah-buahan yang wajib dikeluarkan zakatnya ada dua yaitu buah kurma dan anggur. Syarat wajib zakat buah-buahan ada 4, yaitu Islam, merdeka, milik sempurna dan nishab. Nishab buah-buahan sama dengan nishab makanan pokok yaitu 5 Ausuq, wajib zakatnya 5%.
Zakat harta niaga
Syarat wajib zakat harta niaga sama dengan syarat wajib zakat emas perak yaitu 5 macam, diantaranya Islam, merdeka, milik sempurna, nishab dan haul. Harta niaga dihitung di akhir tahun dengan nilai harga, apabila dia mencapai sampai pada nishab yaitu sebesar 20 mitsqol emas (93,6 gram) atau 200 dirham perak (624 gram), zakatnya sebesar 2,5%.
Zakat Fitrah
وَتَجِبُ زَكاَةُ الفِطْرِ بِثَلاَثَةِ أَشْياَءَ ؛ الإِسْلاَمُ , وَغُرُوْبُ الشَّمْسِ مِنْ آَخِرِ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ , وَوُجُوْدُ الفَضْلِ عَنْ قُوْتِهِ وَقُوْتِ عِياَلِهِ فيِ ذَلِكَ اليَوْمِ , وَيُزَكِّيْ عَنْ نَفْسِهِ وَعَمَّنْ تَلْزَمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ المُسْلِمِيْنَ  
Artinya :
Wajib zakat Fitrah disebabkan 3 hal, yaitu Islam, terbenam matahari pada hari terakhir bulan Ramadlan dan memiliki harta lebih dari kebutuhan pokok dirinya dan keluarga. Ketika memenuhi tiga hal tersebut maka wajib mengeluarkan zakat fitrah dirinya dan zakat fitrah anggota keluarga yang menjadi tanggungannya yang muslim.
Besar zakat fitrah adalah 3,25 liter beras tiap orang, termasuk bayi yang baru lahir, zakat fitrah ini bisa diuangkan sesuai dengan harga beras yang layak.
Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat)
وَتُدْفَعُ الزَّكاَةُ إِلىَ الأَصْناَفِ الثَّماَنِيَّةِ الَّذِيْنَ ذَكَرَهُمُ اللهُ تَعاَلىَ فيِ كِتاَبِهِ بِقَوْلِهِ سُبْحاَنَهُ - إِنَّماَ الصَّدَقاَتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالمَساَكِيْنِ وَالعاَمِلِيْنَ عَلَيْهاَ وَالمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفيِ الرِّقاَبِ وَالغاَرِمِيْنَ وَفيِ سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ - أَوْ إِلىَ مَنْ يُوْجَدُ مِنْهُمْ
Artinya :
Zakat disalurkan kepada delapan kelompok yang berhak menerima zakat, sebagaimana diabadian Allah dalam Al-Qur’an - Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan. - (QS. At-taubah 60) Atau disalurkan terhadap orang-orang yang ditemukan diantara semuanya.
Catatan :
Harta zakat harus diberikan kepada mustahiqnya dulu, tidak boleh disalurkan atau digunakan kepada yang lain yang tidak termasuk Mustahiq sesuai defnisi mustahiq zakat, artinya zakat tidak boleh disalurkan seperti untuk pembangunan mesjid, kecuali ada persetujuan mustahiq-mustahiq itu sendiri.
Niat mengeluarkan Zakat
a. Niat zakat Fithrah dari diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِى فَرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat mengeluarkan zakat Fitrah dari diri saya sendiri fardu karena Allah Sw”
b. Niat zakat Fithrah dari diri sendiri dan keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِى وَعَمَّنْ تَلْزَمُنِى نَفَقَتُهُمْ فَرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat mengeluarkan zakat Fitrah diri saya dan keluarga tanggungan saya, fardu karena Allah Sw”
c. Niat zakat harta (emas perak)
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الماَلِ فَرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat mengeluarkan zakat harta fardu karena Allah Sw”
d. Niat zakat niaga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ التِّجاَرَةِ فَرْضاً ِللهِ تَعاَلىَ
“Saya niat mengeluarkan zakat niaga fardu karena Allah Sw”
e. Do’a ketika menerima zakat
آَجَرَكَ اللهُ فِيْماَأَعْطَيْتَ وَباَرَكَ فِيْماَأَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْراً
“Semoga Allah Swt memberi pahala kepada anda akan zakat yang telah anda keluarkan dan memberkahkan harta yang masih tersisa sekaligus menjadi harta yang suci bagi anda”
 
Sumber: http://arbabulhija.blogspot.com/2012/08/fiqih-membahas-tentang-zakat.html